Kepala Dinas Minta Fee Proyek
September 4, 2007
Bupati Mukomuko, M Ichwan Yunus didesak agar memberikan sanksi tegas kepada oknum Kadis nakal yang meminta fee proyek. Sebenarnya, soal fee proyek ini sudah menjadi rahasia umum. Hanya saja tidak ada kontraktor yang berani buka mulut mebeberkan nama kepala dinas tersebut. Namun Ketua LSM Pejago Siswardi, SE, tahu persis oknum kepala dinas yang berani memungut fee proyek tersebut.
”Pernah beberapa kontraktor yang saya temui mengaku anggaran proyeknya sebagian membayar fee kepada oknum kepala dinas. Besar setoran fee tersebut 15% dari nilai proyek. Mengenai pembagian fee tersebut saya tidak tahu persis. Kalau saya sebut nama oknum kepala dinas yang menerima fee proyek, jelas mereka akan malu.
Silakan saja Bupati yang menelusuri bobrok bawahannya. Yang penting saya minta budaya ini bisa dihapuskan,” ujar Siswardi serius.
Lanjut Siswardi, jika anggaran proyek terbagi untuk fee oknum kepala dinas akan berdampak terhadap mutu proyek. Diprediksikannya proyek di Kabupaten Mukomuko yang menggunakan dana APBD plus pinjaman daerah dikerjakan tidak sesuai bestek.
”Budaya penarikan fee proyek itu jelas memaksa kontraktor untuk berlaku curang. Seharusnya anggaran proyek itu diserahkan sepenuhnya kepada kontraktor. Jika dana 100% itu sudah diserahkan kepada kontraktor, tapi hasil kerjanya buruk, baru bisa kontraktor bersangkutan masuk dalam buku hitam,” imbuh Siswardi.
Sementara itu Ketua Asosiasi Gapeksindo Kabupaten Mukomuko Murni, membantah tudingan tersebut. Malah ia mengaku salut dengan para kepala dinas dan pemimpin kegiatan (PK) di Pemkab MM. Karena membina dan menuntun kontraktor hingga bisa menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan anggaran. Menurutnya, informasi fee proyek itu dan sengaja disebar oleh oknum yang kecewa.
”Saya yakin, tidak ada kontraktor yang mengeluhkan soal fee proyek. Jika mereka ditekan harus membayar fee proyek, jelas rekan-rekan (kontraktor red) akan berteriak. Lagipula budaya itu dilarang keras oleh Bupati Drs. Ichwan Yunus. Sekarang ini, tidak perlu kita berandai-andai atau berpraduga. Ingin buktinya, lihat saja nanti hasil kerja di lapangan,” pungkas Murni. (civ/Harian RB)


