Hingga Jumat pukul 20:00 WIB tercatat 1.576 unit warga Bengkulu amburuk/rusak total akibat gempa berkekuatan 7,9 SR yang mengguncang daerah itu pada Rabu (12/9), pukul 18:10 WIB.

Data dari Posko Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Provinsi Bengkulu, dari total rumah warga yang ambruk itu terbanyak berada di Kabupaten Bengkulu Utara yakni 1.462 unit, kemudian di Kota Bengkulu 109 unit dan Seluma lima unit.

Gempa yang membuat masyarakat Bengkulu trauma itu juga telah mengakibatkan 3.835 unit rumah pendudukan mengalami rusak berat dengan rincian sebanyak 2.017 unit miliki warga Kabupaten Bengkulu Utara, 864 unit rumah penduduk Kota Bengkulu dan 70 unit tempat tinggal warga Seluma.

Sementara rumah yang mengalami rusak ringan akibat musibah itu tercatat 4.831 unit, tersebar di Bengkulu Utara sebanyak 2.316 unit, di Kota Bengkulu 2.106 unit di Kepahiang lima unit dan di Seluma 73 unit.

Gempa yang guncangannya dirasakan hingga VI MMI itu juga telah menyebabkan 12 rumah ibadah mengalami rusak berat, yakni di Kota Bengkulu empat unit dan di Bengkulu Utara empat unit.

Bangunan sekolah juga tidak luput dari guncangan gempa itu, hingga saat ini tercatat satu bangunan sekolah di Kabupaten Rejang Lebong ambuk, 150 rusak berat dengan rincian di Kota Bengkulu 13 unit, Bengkulu Utara 134 unit dan di Rejang Lebong tiga unit.

Sebanyak 234 bangunan sekolah juga mengalami rusak ringan, yang tersebar di KOta Bengkulu sembilan unit, di Bengkulu Utara 224 unit dan Rejang Lebong satu unit.

Kerusakan juga terjadi pada kantor/instansi pemerintah, yakni di Kota Bengkulu tercatat 12 unit rusak berat dan dua rusak ringan, di Bengkulu Utara satu unit rusak berat dan Seluma dua rusak berat dan dua rusak ringan.

Sementara rumah sakit/Puskesmas yang mengalami kerusakan tercatat lima unit, yakni di KOta Bengkulu empat unit dan Bengkulu Utara satu unit.

Dari hasil pendataan yang dilakukan Posko Satkorlak PBA Provinsi Bengkulu juga diketahui satu jembatan dan tiga jalan di Kota Bengkulu mengalami rusak berat dan sembilan jembatan di Bengkulu Utara juga rusak parah, akibat gempa itu.

Sedangkan korban meninggal hingga saat ini tercatat 13 orang yakni dua orang di Kota Bengkulu, empat orang di Bengkulu Utara dan tujuh di Kabupaten Muko Muko.

Korban mengalami luka berat sebanyak enam orang yakni masing-masing tiga di Kota Bengkulu dan tiga di Bengkulu Utara, korban luka ringan 32 orang yakni di KOta Bengkulu 20 orang dan di Bengkulu Utara 12 orang.(*)

Masih Berpeluang Gempa Besar

September 14, 2007

Menurut analisa BMG Bengkulu dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Jakarta, kemungkinan masih akan terjadi gempa susulan. Diperkirakan gempa susulan masih akan terjadi sampai 2 minggu ke depan. Malah dari hasil analisa, secara teori masih ada peluang terjadi gempa besar dengan kekuatan 8,2 SR. Hanya saja, Koordinator BMG Provinsi, Drs. Adjat Sudrajat belum bisa memastikan kapan itu akan terjadi.

Sebab gempa memang tidak bisa diprediksi. Yang jelas, gempa susulan masih akan tetap terjadi dalam beberapa hari ini. Karena lempengan Indo Australia masih aktif bergerak, gerakannya lebih cepat dari lempengan Sumatera. Ini lah yang menyebabkan ada kekuatan tersimpan di dalam bumi yang bila dikeluarkan bisa mencapai 8,2 SR.

Tapi itu analisa secara teori para pakar di pusat. Yang kita pelajari dari pengalaman, gempa yang terjadi di Bengkulu skalanya rata-rata besar dan goyangannya cukup lama. Ini lah yang membuat para pakar di pusat yang membuat analisa begitu. Soal peluang tsunami, sudah berulang kali saya ulas.

Kalau gempa di laut dengan kekuatan di atas 6,5 SR ada peluang terjadinya tsunami. Tetapi di Bengkulu memang belum pernah terjadi tsunami. Lagi-lagi itu secara teori, praktiknya bisa saja sedikit berbeda, terang Adjat.

Nah masyarakat diimbau untuk waspada. Mereka sebenarnya sudah tahu apa yang harus dilakukan. Cuma mereka sering panik. Kita ini kan sudah seringkali mengalami gempa bumi. Saya kira lebih bijak kalau kita belajar dari pengalaman. Sosialisasi tentang gempa bumi dan apa yang harus dilakukan pun sudah berulangkali dilakukan.

Jadi nggak ada alasan lagi. Kalau buat rumah harus kuat pondasinya, ketika terjadi gempa lari ke tempat yang aman dan jangan berada di dekat bangunan. Kalau air laut naik, segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Masyarakat kita imbau lebih waspada, imbuh Adjat.

Sementara itu getaran gempa susulan 2 hari terakhir membuat masyarakat kian trauma. Dari jumlah tersebut sebanyak 8 kali gempa dalam waktu yang berbeda terjadi di Barat Daya Lais Bengkulu. Sebelumnya 10 kali. Rincian gempa kemarin pukul 01:29:32 WIB gempa berkekuatan 5,3 SR pada kedalaman 30 kilometer.

Posisi gempa di 227 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu, tepatnya pada 4,82 LS dan 100,46 BT. Gempa berikutnya terjadi pukul 03:18:51 WIB dengan kekuatan 5,4 SR pada kedalaman 13 kilometer. Pusat gempa di 128 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu, tepatnya 4,23 LS dan 101,13 BT.

Disusul pada pukul 05:02:24 WIB gempa berkekuatan 5,5 SR pada kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa 175 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu, 4,77 LS dan 101,02 BT. Selanjutnya 06:19:45 WIB terjadi gempa 5,8 SR, gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer pada 167 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu, tepatnya tepatnya 4,1 LS dan 100,43 BT. Gempa juga terjadi pukul 08:55:53 WIB dengan kekuatan 5,5 SR. Gempa terjadi pada kedalaman 21 kilometer di 23 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu, tepatnya 3,57 LS dan 101,84 BT.

Siang hari gempa juga terjadi pukul 12:44:18 WIB dengan kekuatan 5,3 SR pada kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa terjadi pada 167 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu, tepatnya 3,66 LS dan 100,55 BT. Tak lama berselang, tepatnya pukul 12:48:43 WIB kembali gempa berkekuatan 5,4 SR pada kedalaman 20 kilometer.

Pusat gempa pada 224 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu, tepatnya 4,1 LS dan 100,14 BT. Selang beberapa menit, pukul 12:53:29 WIB kembali terjadi gempa dengan kekuatan 5,0 SR pada kedalaman 20 kilometer. Pusat gempa terjadi di 164 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu, tepatnya 3,51 LS dan 100,57 BT.

International Perhatikan Bengkulu
Gempa juga mendapat perhatian dari lembaga Internasional diantaranya, turunnya tenaga medis Internasional koordinasi medis pusat, serta perhatian dari Unicef. Sebanyak 9 orang Tim Unicef kemari langsung datang meninjau lokasi kerusakan di Kota Bengkulu.

Demikian juga melakukan dialog dengan Sekprov Drs Hamsyir Lair yang didampingi, Kepala BPMD, H Musiardanis. Unicef fokus memperhatikan masalah bencana, pengungsi, anak-anak, hingga berbagai masalah sosial lainnya. Dalam dialog tersebut terungkap rencana Unicef untuk ikut membantu warga Bengkulu yang tertimpa bencana.

Salah satu anggota Unicef, Kristin Parco menanyakan, data tingkat kerusakan, masalah ketersediaan air, bangunan yang rusak, warga meninggal, ketersediaan obat. Selanjutnya akan dibahas untuk menyalurkan bantuan. Unicef sebagai NGO Internasional melakukan berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Namun semua akan dikoordinasikan dengan semua jajarannya.

Kami ingin melihat data reel, kebutuhan air, tingkat kerusakan dan hal vital yang harus ada,ujar Parco.
Sementara itu, Sekprov Drs Hamsyir Lair mengatakan, wilayah yang harus fokus yakni Bengkulu Utara, Kota, dan Mukomuko. Sebab ketiganya paling banyak kerugian.

Bukan berarti kabupaten yang lain tidak penting. Tapi karena ketiga daerah ini yang paling parah, diharapkan akan difokuskan,kata Hamsyair.

Saat RB mewawancarai Wagub HM Syamlan Lc dan Sekprov, Drs. Hamsyir Lair, sempat dinyatakan Bengkulu siaga satu.

Daftar Bantuan Gempa

Bantuan 1 unit telpon geratis dari Pro XL untuk Pemprov dan 1 unit untuk Kec Lais, BU. Bantuan Rp 50 juta dari Menkokesra. Bantuan 260 Dus Logistik tenda dan 83 karung obat-obatan dari lembaga Internasional, Medicins Sans Fronttieres, Belgia.

Sedangkan yang sudah disalurkan, 20 dus sarimi, 2 karung beras 50kg, 1 Dus Kecap, 1 Dus Saos untuk Desa Pondok Kelapa. Untuk Kelurahan Lempuing, 2 Dus Sarden, 2 Dus Supermis, 2 Dus Kecap dan 2 Dus Saus.

Keempat menteri usai rapat dengan Satkorlak dan meninjau RSMY langsung berangkat ke Padang menggunakan Pesawat Hercules. Sementara pejabat eselon I dan II yang ditugaskan ada yang meluncur ke Mukomuko dengan heli dan Bengkulu Utara. Rombongan membawa bantuan berupa 500 tenda, 80 ton beras, 80.000 dus mie instanst, 3.000 lembar selimut, makanan bayi, obat-obatan dan lain-lain.

Menkokesra, Abu Rizal Bakri meminta bangunan RSMY yang rusak berat diperbaiki dalam 2-3 hari. Ia berharap minggu depan pasien RSMY yang kini tengah dirawat di tenda-tenda darurat segera dapat dirawat di dalam rumah sakit. Suhu udara di luar tidak baik bagi pasien. Ical-sapaan akrab Abu Rizal Bakri dan rombongan juga menyempatkan masuk ke gedung RSMY yang rusak berat. Ia sempat mencari Kadis PU agar segera melakukan analisa kerusakan dan kerugiannya. Sehingga bisa langsung dibangun.

Sayangnya rombongan menteri kemarin tak bisa masuk sampai ke dalam, demi alasan keselamatan. Masalahnya kerusakan bagian dalam rumah sakit tergolong parah. Plafon bergelantungan siap jatuh, kaca berserakan dan bangunan lantai 2 sudah rapuh dan retak di setiap sisi. Dikhawatirkan bila terjadi gempa, rombongan akan terperangkap di dalamnya.

PU mana? Tolong dong ini segera diperbaiki. Nggak bagus kalau pasiennya dibiarkan di luar terlalu lama. Maksimal sih seminggu pasien sudah harus bisa masuk lagi, ujar Ical.
Tetapi Karena Kadis PU tidak ada, akhirnya pesan tersebut disampaikan ke Asisten II Setprov, Ir. H. Fauzan Rahim

Rombongan membawa bantuan berupa 500 tenda, 80 ton beras, 80.000 dus mie instanst, 3.000 lembar selimut, makanan bayi, obat-obatan dan lain-lain.
Secara simbolis Ical juga menyerahkan bantuan uang tunai dari pemerintah pusat sebesar Rp 50 juta. Bahkan dalam pertemuan Ical sempat menyatakan, akan meminjamkan 1 unit helikopter milik pemerintah pusat.

Terkait dengan permintaan Wagub, jarak antar kabupaten sangat jauh. Hingga perlu waktu yang banyak untuk mendata. Namun akhirnya tak jadi karena ternyata Lanut sudah menyiapkan 2 unit heli untuk memantau kondisi kabupaten/kota di Bengkulu.
Kami diminta Presiden turun untuk mendata korban jiwa, kerusakan yang terjadi dan apa saja yang bisa kami bantu.

Saya minta nanti tolong dikirimkan data riilnya, sebab sore ini (kemarin sore, Red) pukul 18.00 WIB kami harus laporan ke Presiden. Kami juga bawa bantuan yang bisa dibagikan. Kami akan siap mengirimkan apa yang dibutuhkan di sini, begitu pun kalau memerlukan tambahan anggaran, pinta Ical.

Mensos RI, Bachtiar Chamsyah ketika disinggung wartawan tentang minimnya bantuan menyatakan, kalau memang dibutuhkan pemerintah pusat akan mengalokasikan kembali dana sesuai dengan kebutuhan. Ia berharap pemerintah daerah juga ikut ambil bagian dalam penanganan bencana ini. Diakuinya dana untuk penanggulangan bencana di Indonesia mencapai Rp 1 triliun di APBN 2008.

Makanya kita butuh data-data riil yang dibutuhkan Bengkulu. Dana itu untuk kebutuhan operasional dulu. Kita juga bawa bantuan untuk kebutuhan sementara masyarakat, ungkapnya.
Sementara Wagub, melaporkan data sementara hasil laporan dari kabupaten/kota. Tentang dampak gempa 7,9 SR ditambah dengan gempa susulan yang juga cukup kencang. Wagub menguraikan korban, kerusakan sarana fisik bangunan dan jalan serta jembatan.

Kondisi yang paling parah sebenarnya bukan terletak pada fisik, tetapi trauma akibat gempa tersebut yang belum bisa disembuhkan. Terbukti sekitar 100 orang warga Lempuing, sampai kemarin tak bersedia pulang ke rumahnya. Mereka tetap memilih mengungsi di tenda penampungan yang didirikan di halaman Kantor Gubernur.

Kami butuh tenda khusus untuk rumah sakit darurat, bahan makanan, bahan bangunan untuk memperbaiki rumah warga yang rusak berat, pinta Gub.
Usulan ini disetujui Menkokesra, bahkan hari ini akan didatangkan 4 tenda khusus untuk rumah sakit lapangan. 2 unit untuk Kota Bengkulu dan 2 unit untuk Bengkulu Utara.(