Gempa Dahsyat Guncang Bengkulu

September 14, 2007

BENGKULU – Gempa dahsyat kembali menguncang Provinsi Bengkulu. Kali ini dengan kekuatan 7,9 SR (skala richter) terjadi pada pukul 18:10:23 WIB kemarin. Pusat gempa tektonik itu di kedalaman 10 Km, posisi 159 Km Barat Daya Bengkulu, 4,67 LS, dan 101, 13 BT. Gempa kali ini lebih besar dibanding tahun 2000 lalu dengan 7,3 SR yang terjadi 4 Juni.  

Akibat gempa ini sejumlah bangunan roboh danb rusak parah. Baik di Kota Bengkulu, maupun di daerah. Mulai dari Mukomuko, Bengkulu Utara, RL, Kepahiang, Kaur, Seluma, BS, Lebong dan daerah lainnya. Selain itu juga merenggut korban tewas dan puluhan luka parah dan ringan.

Di Kota Bengkulu, korban meninggal dunia masing-masing Febriyanto (13) dari Kelurahan Lempuing dan Ny. Bariah (35) dari Jl. Semangka Panorama. Korban meninggal sudah dibawa pulang ke rumah duka. Juga terdapat 13 korban luka-luka yang dilarikan ke RSUD M. Yunus.

Korban sampai kemarin masih dirawat di RS lapangan (tenda darurat) yang didirikan di halaman RSUD M. Yunus. Sedangkan di Bengkulu Utara, 1 tewas yakni warga Rama Agung. Sedangkan puluhan lainnya luka-luka berat dan ringan.

Sebanyak 2 orang warga Kota Bengkulu tewas karena tertimpa reruntuhan rumah saat gempa berskala 7,9 SR mengguncang Bengkulu pukul 18:10:23 WIB kemarin. Masing-masing Febriyanto (13) dari Kelurahan Lempuing dan Ny. Bariah (35) dari Jl. Semangka Panorama.

Korban meninggal sudah dibawa pulang ke rumah duka. Juga terdapat 13 korban luka-luka yang dilarikan ke RSUD M. Yunus. Korban sampai kemarin masih dirawat di RS lapangan (tenda darurat) yang didirikan di halaman RSUD M. Yunus.

Dua korban gempa ini terkena reruntuhan rumah. Kebetulan keduanya tinggal di Perumnas yang roboh akibat gempa bumi. Sementara kita merawat pasien di halaman. Tadi ketika gempa terjadi, pasien kita bawa turun lewat tangga darurat dan sekarang semuanya berada di halaman, ungkap Direktur RSUD M. Yunus, dr. H. Zaini Dahlan, Sp.PD.

Tewas Tertimpa Dinding Kamar Mandi

Febriyanto siswa SMPN 12 ini meninggal karena tertimpa dinding kamar mandi yang ambruk akibat gempa. Pada saat terjadinya gempa, Febri sedang mandi setelah sorenya habis main bola dengan teman-temannya di lapangan sebelah rumahnya. Febri terkurung di kamar mandi ketika gempa dahsyat melanda Bengkulu.

Orang tua Febri, Amin tidak bisa menyelamatkan anaknya ketika gempa sedang berlangsung. Karena panik Amin langsung keluar dari rumahnya, sementara sang anak masih di dalam kamar mandi. Karena takut, orang tuanya pun tidak berani lagi masuk ke rumah.
Konstruksi rumah yang ditempati Amin sekeluarga memang belum terlalu kokoh untuk menahan kuatnya getaran gempa.

Sebab rumah tersebut belum diplaster secara keseluruhan. Sehingga apabila dilanda gempa rumah yang ditempati Amin sekeluarga rentan mengalami kerusakan parah.

Mayat korban sempat dibawa ke halaman kantor Pemprov, dalam tenda yang disediakan oleh Satpol PP. Keluarganya mengambil inisiatif membawa mayat Febri ke tenda Satpol PP karena mereka khawatir akan terjadi gempa susulan. Mayat Febri hampir satu jam di tenda. Setelah keadaan benar-benar aman, mayat Febri dibawa kembali ke rumahnya.

RSMY Rusak

Dampak gempa ini, RSMY kini dalam kondisi rusak parah. Plafonnya bertebaran dimana-mana, dinding retak dimana-mana, kaca jendela banyak pecah dan kacanya berhamburan, lantai terkelupas. Ruang IGD sampai kemarin tak dapat digunakan lagi. Begitu pun dengan ruang rawat inap dan berbagai instalasi lainnya seperti ICU, ICCU dan lain-lain. Kerugian belum dapat ditaksir.

Yang jelas, sekitar pukul 21.00 WIB, di halaman rumah sakit langsung didirikan tenda dari RS DKT yang membentuk RS lapangan.

Kita sudah siagakan 45 perawat piket, 20 orang dokter dan tenaga medis lainnya. Bangunan rumah sakitnya memang tak bias digunakan lagi, ujar AMin.
Gempa sendiri terjadi selama 10 detik. Pola ayunan gempa kali ini berbeda dengan gempa 7,3 SR tahun 2000 lalu. Tahun ini ayunan gempa seperti gelombang, sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang parah.

Walaupun kekuatan gempanya jauh lebih besar. Sedangkan tahun 2000 pola gempa seperti menarik, sehingga banyak rumah yang roboh dan rusak parah. Makanya kerusakan akibat gempa kali ini tidak begitu parah, sepetri tahun 2000 lalu, ujar Teknisi BMG Bengkulu, Mon Elfiansyah.

Dari catatan BMG kemarin terjadi 10 kali gempa. Bengkulu sendiri mengalami 5 kali guncangan gempa. Sisanya terjadi di Sungai Penuh Jambi, Timur Laut Tual Maluku dan Barat Daya Painan Sumbar. Gempa pertama pukul 18:10:23 dengan kekuatan 7,9 SR. Kedalaman mencapai 10 kilometer, pusat gempa terjadi di 159 kilometer Barat Daya Bengkulu.

Gempa pertama ini berpeluang terjadi tsunami. Tetapi ternyata setelah 2 jam berselang tidak terjadi tanda-tanda tsunami. Gempa kedua, pukul 19:21:53 gempa kekuatan 5,7 SR terjadi pada kedalaman 66 kilometer. Posisi gempa terjadi di 154 kilometer Barat Daya Painan Sumbar.

Ketiga, pukul 20:02:11 giliran 113 Barat Daya Sungai Penuh Jambi yang diguncang gempa berkekuatan 6,1 SR dengan kedalaman 66 kilometer. Keempat, pukul 20:17:15 gempa kembali beralih ke Bengkulu, tepatnya 191 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu dengan kekuatan 5,6 SR pada kedalaman 10 kilometer.

Kelima, pukul 20:42:53 gempa beralih ke 114 kilometer Timur Laut Tual Maluku yang diguncang gempa berkekuatan 4,7 SR. Gempa terjadi pada kedalaman 393 kilometer. Keenam, pukul 20:53:26 lagi-lagi gempa beralih ke 134 kilometer Barat Daya Lais Bengkulu dengan kedalaman 30 kilometer berkekuatan 5,0 SR.
Ketujuh, pukul 21:04:54 gempa masih terjadi di 187 Barat Daya Lais Bengkulu dengan kekuatan 5,3 SR.

Gempa terjadi pada kedalaman 15 kilometer. Delapan, pukul 21:25:21 gempa beralih ke 51 kilometer Barat Daya Sungai Penuh Jambi dengan kekuatan 5,0 SR. Gempa terjadi pada kedalaman 30 kilometer. Sembilan pukul 21:40:08 kembali gempa beralih ke 76 kilometer Barat Laut Lais Bengkulu dengan kekuatan 6,6 SR pada kedalaman 18 kilometer. Terakhir, pukul 22:07:41 gempa berkekuatan 5,1 SR dengan kedalaman 15 kilometer terjadi pada 35 Barat Daya Sungai Penuh Jambi. Sampai kemarin potensi gempa susulan masih terjadi.

Gempa ini terjadi akibat pergerakan lempengan Indo Australia yang membentang di sepanjang Pulau Sumatera. Kebetulan lempengan ini menyusup masuk ke lempengan euro asia yang menyebabkan terjadinya pergerakan-pergerakan kerak bumi. Pergerakan ini lah yang menyebabkan guncangan gempa. Sampai sekarang kemungkinan adanya gempa susulan masih besar sekali, terang Teknisi BMG Bengkulu, Rudi Wahyu.

Akibat gempa ini, warga kota yang panik langsung menuju ke dua titik pengungsian. Yakni di eks STQ yang dipadati sekitar 3.000 pengungsi. Akibatnya jalanan menuju kawasan ini macet total. Rata-rata pengungsi membawa kendaraan dan perabot seperti pakaian dan lain-lain. Lokasi pengungsian berikutnya di Tahura.

Akibat gempa utama warga di Kandang Limun dan Beringin Raya pun berlarian ke Gedung Rektorat Unib. Mereka panik ketika mendengar adanya isu air laut di Sungai Hitam dan pantai Unib depan sudah naik. Alhasil warga pun berbondong-bondong menuju ke Rektorat Unib yang tergolong tinggi. Pengungsi juga banyak berada di halaman SMPN 9 Kampung, halaman rumah warga di Jl. Hibrida dan lain-lain.

Wagub H. M. Syamlan Lc pasca gempa langsung melakukan kontrol ke beberapa titik pengungsian dan mengecek ke daerah pantai. Sementara keluarganya tetap berada di rumah dinas. Sementara Satpol PP yang bertugas di rumah dinas pun diminta untuk berkeliling memantau situasi. Bapak sudah turun. Tadinya kita sudah siap mau berangkat tarawih.

Tapi keburu dating gempa, saya nggak jadi berangkat dan kita semua berkumpul di musala, ujar Ny. Elza SEptareni Syamlan Lc.
Tak jauh berbeda dengan Wagub, Dansat Pol PP, Drs. Sumardi, MM pun berkeliling memantau situasi. Gub dan istrinya sampai kemarin tak berada di Bengkulu. Sedangkan dua anaknya masih tetap berada di Gedung Daerah dan sudah diungsikan bersama keluarga gub lainnya.

SMA Sint Carolus Rusak Parah

Sementara itu, SMU Sint Carolus rusak parah. Kerusakan terjadi pada 8 ruangan, terparah ruang belajar siswa. Kerusakan lain terjadi pada kantor kepala sekolah. Masalahnya atap gedung sekolah ambruk, lantai mengelupas, dinding juga ambruk. Fasilitas belajar, mulai dari bangku, meja dan buku yang ada di ruangan belajar siswa tersebut juga ikut rusak. Bahkan ada atap sekolah tersebut ambruk jatuh kelantai. Sebagian lagi jatuh ke tanah.

Guru SMA Sint Carolus, Sulistio mengatakan, bangunan yang mengalami kerusakan ini kebanyakan pada bangunan lama. Sementara bangunan baru hanya retak-retak. Saya melihat semua gedung mengalami kerusakan. Hanya kadar kerusakan yang belum dapat kita pastikan.

Yang jelas hampir separoh ruangan belajar tidak bisa digunakan, terang Sulistio.
Menurut Sulistio, kerugian diperkirakan miliaran rupiah. Besok kami mentotalkan jumlah kerugian yang dialami SMA Sint Carolus akibat bencana gempa yang sangat dahsyat ini, demikian Sulistio.

Air Laut Naik

Pantauan RB di lapangan, beberapa menit setelah terjadinya gempa air laut mendadak surut. beberapa menit setelah setengah jam berlalu air laut mendadak naik hingga ke jalan raya pantai panjang. Namun tidak berlangsung lama, untuk kemudian air kembali surut. Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Soedibyo dengan pakaian santai meninjau wilayah pantai panjang untuk memantau kondisi air laut. Menurutnya, seluruh personil kepolisian telah diinstruksikan untuk mengevakuasi warga yang tinggal di wilayah pesisir.

Saya sudah setengah jam memantau air laut, dan seluruh anggota sudah diperintahkan untuk mengevakuasi penduduk yang tinggal di daerah pesisir. Mulai dari Teluk Sepang hingga Pasar Bengkulu. Evakuasi dilakukan, berdasarkan informasi BMG bahwa gempa ini berpotensi terjadinya Tsunami, ungkap Kapolda kepada RB malam tadi (12/9). Kendati demikian, Kapolda tetap menghimbau agar warga tidak panik dalam menghadapi musibah ini.

Disejumlah wilayah, seperti Kelurahan Penurunan, Malabero, Berkas, Kampung Cina, Tengah Padang, Penggantungan dan Pintu Batu warga terlihat berduyun-duyun meninggalkan harta bendanya menuju ke arah yang lebih aman dengan berjalan kaki, menggunakan motor, bahkan menumpang mobil warga lain. Cepatlah, angkat saja pakaian ke mobil itu. Air sudah mulai naik, teriak salah seorang waga. Lokasi aman yang dipilih warga adalah, Stadion Sawah Lebar, Kantor Gubernur Bengkulu, Pertokoan Suprapto dan Kantor Walikota Bengkulu.

Sementara itu, sejumlah ruko di Padang jati juga terkena imbasnya. Adalah, studio AP, kerajinan citra rotan, Panda furniture dan losmen hayani. Untuk pemukiman warga, sekitar 15 rumah di Kelurahan Beringin Raya Kecamatan Muara Bangkahulu mengalami kerusakan parah. Lihatlah sendiri, dinding rumah saya rata. Begitupun dengan rumah di samping saya. Ketika terjadinya gempa, kami langsung mengungsi ke kampus Unib. Sehingga tidak lagi melihat kondisi rumah, ujar Iskandar warga setempat.

Menurut ketua IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) rayon Bengkulu Bambang Purwiyanto, pihaknya telah meramalkan terjadinya gempa sejak sebulan lalu. Gempa kali ini, kendati lebih kuat dari tahun 2000 lalu namun tidak separah itu. Karena gelombang gempa berbentuk longitudinal. Meskipun BMG telah menyatakan aman dari siaga Tsunami karena sudah 2 jam berlalu, namun masyarakat diharapkan tetap waspada, jelasnya kepada koran ini.