PEMERINTAH DAPAT BERBAGI PERAN DENGAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN KEHUTANAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM HKm
Februari 28, 2008
Yayasan Konservasi untuk Sumatera
Dalam menjembatani kebutuhan terhadap lahan dan kebutuhan ekonomi masyarakat di sekitar hutan telah diatur kebijakan pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat. Kebijakan tersebut antara lain, Keputusan Menhut No. 622/Kpts-II/1995 tentang Pedoman Hutan Kemasyarakatan, Keputusan Menhutbun No. 677/Kpts-II/1998 tentang Hutan Kemasyarakatan yang dilengkapi dengan Keputusan Menhutbun No. 865/Kpts-II/1999, Keputusan Menhut. No. 31/Kpts-II/2001 tentang Penyelenggaraan Hutan Kemasyarakatan dan Peraturan Menteri Kehutanan nomor 37 tahun 2007 tentang Hutan Kemasyarakatan.Kepala Balai Pengelolaan Daera Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun Propinsi Bengkulu, Ir. Mintarjo.M.Ma, menjelaskan Hutan Kemasyarakatan adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat. sehingga meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam mendapatkan manfaat sumberdaya hutan secara optimal dan adil guna peningkatan kesejahteraan mereka.Lebih lanjut dijelaskannya, Program dengan pola HKm ini merupakan pintu partisipasi dan akses masyarakat dalam mengelola dan mengambil manfaat dari kawasan hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi secara berkelanjutan. Baca entri selengkapnya »
Kearifan Menjaga Wilayah Suku Rejang
Februari 16, 2008
Desa Bandar Agung di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) itu dihuni suku Rejang, salah satu suku tertua di Sumatera yang diyakini menjadi cikal-bakal masyarakat Bengkulu. Dalam percakapan sehari-hari, mereka bertutur dengan bahasa Rejang yang nyaris punah karena kini semakin jarang digunakan masyarakat setempat.
Setelah dua tahun ditinggalkan, Kedurai Agung khas suku Rejang kembali dilaksanakan di Desa Bandar Agung, Kecamatan Tapus, Kabupaten Lebong, di timur Provinsi Bengkulu. Orang Rejang di desa yang terletak di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat itu melaksanakannya pada tanggal 5 dan 6 Desember lalu.
Desa Bandar Agung di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) itu dihuni suku Rejang, salah satu suku tertua di Sumatera yang diyakini menjadi cikal-bakal masyarakat Bengkulu. Dalam percakapan sehari-hari, mereka bertutur dengan bahasa Rejang yang nyaris punah karena kini semakin jarang digunakan masyarakat setempat.
Bahasa tulisan dan sistem aksara
Februari 15, 2008
Di Nusantara, sebelum aksara rumi digunakan, telah wujud sistem aksara batak, Sunda, Mandailing, Bugis, Makasar, Kerinci, Lampung, Rejang,, Tagalog, Rencong, Jawa, Sanskrit, Dewanagari dan Sasak.


